Almuslim TV Hadirkan Program Inspiratif “Di Balik Mendunianya Tari Ratoh Jaroe” Angkat Filosofi Budaya Aceh
BIREUEN, Upaya pelestarian budaya terus dilakukan dengan tontonan yang edukatif dan inspiratif melalui Almuslim TV yang menghadirkan program bertajuk “Di Balik Mendunianya Tari Ratoh Jaroe”, sebuah sajian yang tidak hanya mengupas makna, tetapi juga histori, filosofi, realita, serta harapan di balik perjalanan tari Ratoh Jaroe hingga dikenal luas, bahkan ke mancanegara.
Program ini dipandu langsung oleh Misnar, M.A., Sekretaris Almuslim TV yang memandu acara dengan sangat interaktif dan mampu menggali secara mendalam kisah di balik kesuksesan maestro tari Yusri Saleh—yang akrab disapa Dek Gam dan dikenal dengan julukan The King of Ratoeh Jaroe. Melalui dialog yang hangat dan informatif, penonton diajak menyelami perjalanan kreatif sekaligus dinamika yang dihadapi dalam mengembangkan karya budaya hingga mendunia.


Mengenal Dek Gam, Sang Raja Ratoh Jaroe: Proses Kreatif di Balik Harmoni Gerak dan Rasa
Tari Ratoh Jaroe sendiri merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Yusri Saleh dengan memadukan unsur-unsur beberapa tarian tradisional Aceh, seperti Tari Saman, Rapai Geleng dan berbagai tari Aceh lainya. Perpaduan tersebut melahirkan karya seni yang dinamis, penuh kekompakan, serta sarat nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya Aceh.
Dalam program ini, penonton tidak hanya disuguhkan makna keindahan gerakan tari Ratoh Jaroe, tetapi juga diajak memahami makna di setiap gerakan, menelusuri sejarah lahirnya Ratoh Jaroe, serta menggali filosofi yang terkandung di dalamnya. Lebih dari itu, tayangan ini turut mengangkat realita terkini, termasuk tantangan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi, serta harapan agar tari Ratoh Jaroe terus hidup dan berkembang di generasi mendatang.
Melalui wawancara eksklusif, Yusri Saleh membagikan proses kreatif dan perjalanan panjangnya dalam membesarkan Ratoh Jaroe hingga mendapat pengakuan luas. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian tradisi, agar karya tetap relevan tanpa kehilangan jati diri budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusri Saleh juga menyampaikan harapannya agar tari Ratoh Jaroe dapat menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di Aceh sebagai langkah strategis dalam menjaga dan melestarikan budaya sejak dini. Selain itu, ia juga menggagas penyelenggaraan pertunjukan kolosal yang melibatkan hingga 10.000 penari Ratoh Jaroe dalam satu panggung, sebagai bagian dari pekan seni dan budaya di Aceh. Gagasan ini dinilai tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga menjadi daya tarik besar dalam memperkenalkan kekayaan seni Aceh ke tingkat yang lebih luas.
Program ini juga menyoroti peran generasi muda sebagai penjaga keberlanjutan budaya. Dengan terus mempelajari, menampilkan, dan mengembangkan tari Ratoh Jaroe, mereka menjadi harapan dalam menjaga eksistensi warisan budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
Melalui Program Tayangan “Di Balik Mendunianya Tari Ratoh Jaroe” di Almuslim TV diharapkan menjadi media edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas. Tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya bangsa, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Almuslim TV menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal ke panggung yang lebih luas, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap gerakan tari terdapat cerita, sejarah, realita, serta harapan yang patut untuk terus dijaga dan diwariskan.
Dukung Pelestarian Budaya, Rektor Universitas Almuslim Apresiasi Program “Di Balik Mendunianya Tari Ratoh Jaroe”
Dr. Hendra Saputra, M.Pd., selaku Ketua Koordinator Almuslim TV, menyampaikan bahwa program acara ini merupakan komitmen Almuslim TV dalam menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dalam menginternalisasi budaya Aceh. Ia menegaskan bahwa Almuslim TV siap menjadi sebagai ruang dalam mendesiminasi dan mengaktualisasi berbagai budaya sekaligus sebagai ruang bagi para seniman dan budayawan untuk mengekspresikan karya mereka kepada khalayak. Menurutnya, program seperti ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap program ini sebagai langkah nyata dalam pelestarian budaya melalui program Almuslim TV. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Almuslim TV menjadi bagian penting dari kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung pengembangan budaya dan kreativitas. Selain itu, ia berharap program-program serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan masyarakat luas, serta memperkuat peran universitas sebagai pusat pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.
Youtube : Almuslim TVNews www.youtube.com/@AlmuslimTVNews
Tiktok : Almuslim.tv6
Instagram : Almuslim.tv
Editor: Akmal
